JIKA KAMU SIBUK DENGAN KETAATAN MAKA ITU TANDA ALLAH عز و جل MENCINTAIMU



Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"وإذا أحبَّ الله عبدًا  اصطنَعه لِنفِسه، واجتَباه لمَحبَّتِه، واستَخْلصَه لِعبادتِه، فشَغل همَّهُ بِه، ولسانَه بِذكرهِ، وجوارِحَه بِخِدمتِه".

"Apabila Allah عز و جل mencintai seorang hamba, maka Allah عز وجل akan memilihnya untuk diri-Nya, memilihnya untuk mencintai-Nya, dan mengkhususkannya untuk beribadah kepada-Nya. Maka Dia menyibukkan pikiran hamba itu dengan-Nya, lisannya dengan berdzikir kepada-Nya, dan anggota tubuhnya dengan berkhidmat (beramal) untuk-Nya."

📘 Al-Fawaid, hal. 134

Sumber Saluran Whatsapp Pelajar Sunnah


Menghadapi Musibah


Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, maka musibah-musibah (yang telah menimpanya) akan terasa ringan.. Barangsiapa selalu mengingat kematian, maka dia pun akan bersegera mengamalkan berbagai amal kebaikan..”

Mausuu’ah Ibnu Abid Dunya 1/92

Bersyukur dan Bersabar



Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar ketika diuji dengan musibah.. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun tiada mensyukurinya.. dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya..”

Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri 158

Sabar Sebentar Hingga Sampai Kebahagiaan Yang Abadi


Ibnu Rojab rahimahullah berkata,

ولا بد للمؤمن من صبر قليل حتى يصل به إلى راحة طويلة فإن جزع ولم يصبر فهو كما قال ابن المبارك من صبر فما أقل ما يصبر ومن جزع فما أقل ما يتمتع

“Seorang mukmin haruslah bersabar sebentar, hingga sampai ke kedamaian yang panjang..

Kalau dia guncang dan tidak sabar, maka sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Mubarok, “Siapa yang sabar, maka betapa pendeknya masa kesabaran itu.. namun siapa yang guncang, maka betapa sedikitnya dia menikmatinya (dia senantiasa merasa kesusahan, dan ketidaksabarannya itu tidak membuat hidupnya ringan, justru semakin tambah berat)..”

Bayan Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘ala Ilmil Kholaf – 97

Ujian Harta



Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

لو شاءَ اللهُ – عَزَّ وَجَلَّ – لجعلَكُمْ أغنياءَ لا فقيرَ فيكم، ولو شاءَ لجعلَكُمُ فقراءَ ولا غَنِيَّ فيكم، ولكنِ ابْتَلَى بعضَكُمْ ببعضٍ لِيَنْظُرَ كيفَ تَعْمَلُونَ.

“Jika Allah ‘azza wa jalla berkehendak, tentu Dia akan menjadikan kalian semua kaya, tidak ada yang fakir di antara kalian..

Jika Dia berkehendak pula, Dia akan menjadikan kalian semua fakir, tidak ada yang kaya di antara kalian..

Akan tetapi, (Dia menjadikan di antara kalian ada yang kaya dan ada yang fakir) untuk menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, agar Dia melihat apa yang kalian perbuat..”

Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu – 36 

Orang yang paling Dicintai Allah



Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata:

إن شئتم لأحدثنكم من أحب عباد الله إلى الله؛ الذين يحببون الله إلى عباده، ويعملون في الأرض نصحا

“Jika kalian mau aku beritahukan siapa hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah, yaitu yang membuat para hamba mencintai Allah dan beramal kebaikan..”

Az-Zuhd – karya Imam Ahmad, Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Pantaslah Untuk Selalu Bersedih



Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Pantaslah seorang hamba selalu bersedih (takut kepada Allah) ketika dia mengetahui bahwa..
- kematian akan menjemputnya,
- hari Kiamat benar adanya, dan
- bahwa dia akan berdiri di hadapan Allah untuk mengakui seluruh amalannya..”

Al-Hilyah – 2/132

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...