Istighfar Merupakan Kebaikan Terbesar



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

“Istighfar merupakan kebaikan terbesar, jadi siapa yang merasakan kekurangan pada ucapannya, perbuatannya, rezekinya, atau begitu mudahnya hatinya berbolak-balik, maka hendaklah dia membenahi tauhidnya dan banyak istighfar..”

Majmu’ul Fatawa : 11 hal 698

Sungguh beruntung seorang mukmin, dihari penghisaban amalnya menjumpai banyaknya amalan atas istighfarnya selama di dunia....

Tentang Rasa Takut dan Harap Kepada Allah Ta’ala



Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

“Rasa takut lebih baik daripada rasa harap selama seseorang dalam keadaan sehat. Lalu apabila ajal menghampirinya, maka rasa harap lebih baik daripada rasa takut.. Jika pada masa sehatnya dia melakukan kebaikan, tentu akan menjadi besar rasa harap dan baik sangkanya (kepada Allah Ta’ala) saat kematian (menghampirinya)..

(Tapi) bila pada masa sehatnya dia melakukan keburukan, tentu dia akan berburuk sangka ketika (kematian) menghampirinya, dan tidak akan bertambah rasa harapnya (kepada Allah)..”

Hilyatul Auliya’ – 8/89

Mudah Bosan adalah salah satu Ahklak Tercela



Amru bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata:

لا أَمَلُّ ثوبي ما وسعني،
ولا أملُّ زوجتي ما أحسنت عِشرتِي،
ولا أملُّ دابٌَتِي ما حملتني،
إن الملال من سيء الأخلاق.

“Sesungguhnya aku tidak bosan dengan bajuku selama masih mencukupiku..

Aku tidak bosan dengan istriku selama ia masih mau menemaniku..

Aku tidak bosan dengan kendaraanku selama ia masih bisa membawaku..

Sesungguhnya mudah bosan itu adalah akhlak tercela..”

تاريخ دمشق [۱٨٣/٤٦]. Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Hukuman Dosa Yang Tidak Disadari Mayoritas Manusia



Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

‏والله سبحانه جعل مما يعاقب به الناس على الذنوب سلب الهدى والعلم النافع.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan diantara hukuman yang Dia timpakan kepada manusia akibat dosa-dosa, adalah dicabutnya petunjuk dan ilmu yang bermanfaat.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 14 hlm. 152, Diterjemahkan oleh, Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Jika hidayah dan Taufik sudah ALLAH cabut, maka apa bedanya manusia dengan hewan ternak?....
Ilmu adalah pelita yang menuntun hidup manusia menuju keridhoan Allah... Jika ilmu itu tidak bermanfaat maka ia hanya menimbulkan mudharat, kelak ia akan ditanyakan,, sejauh mana pengamalan seseorang terhadap ilmu yang dimilikinya???....

Lebih baik



‏قال شيخ الإسلام ابن_تيمية :
(مُصيبةٌ تُقبِلُ بك على الله، خيرٌ لك من نعمةٍ تُنسِيك ذكرَ الله).
__
جامع المسائل ٣٨٧/٩

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Sebuah musibah yang membuat dirimu menghadap kepada Allah, itu lebih baik dibandingkan dengan sebuah kenikmatan yang membuat dirimu lupa dari mengingat Allah..”

Jaami’ul Masaa-il 387/9, Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى


Hal apapun yang membuat kita kembali kepada Allah, itu merupakan perkara yang baik bagi dunia dan akhirat.... Terkadang perkara yang pahit mengandung hasil yang baik, seperti pahitnya rasa obat yang insyaAllah membawa kesembuhan... Adakalanya yang manis diawal, berupa kelapangan, kenikmatan atas sesuatu hal membuat kita lalai dari mengingat Allah, sehingga ada jarak yang jauh antara kita dengan Allah Sang Khalik... Maka kenikmatan itu adalah tipu daya syaitan dan jerat jerat kesesatan yang diserukan syaiton agar kita durhaka kepada Allah, nauzubillahimindzalik

Yang Benar-Benar Kokoh Imannya



Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Pada saat manusia sama-sama sehat, maka mereka itu sejajar
dalam iman.. namun tatkala bencana menimpa, tersingkaplah siapa yang benar-benar kokoh imannya..”

Shoidul Khoothir hal 321

Ibarat logam, jika ingin diambil kualitas terbaik haruslah dibakar terlebih dahulu... Begitu juga manusia... Ujian ialah cara Allah untuk menguji siapa hambaNya yang bersungguh sungguh didalam mencintai Allah dan sebagai pertanda kuatnya iman seorang hamba..... Semua manusia benar benar sama rata dihadapan Allah, baik miskin atau kaya, elok ataukah buruk rupa, pandai ataukah bodoh.. yang membedakan adalah derajat ketaqwaan...

Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa



Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

? ﺇﻥَّ ﻷَﻫـْﻞِ ﺍﻟﺘَّـﻘْـﻮَﻯ ﻋَـﻠَﺎﻣَﺎﺕٌ ﻳُﻌْﺮَﻓُﻮﻥَ ﺑِـﻬَﺎ:

? ﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
? ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ
? ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ
?ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ
? ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ
? ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ
?ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻟﻠﻨﺎﺱ
? ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ
? ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa memiliki tanda-tanda yang mereka bisa dikenali dengannya:
- Jujur ucapannya
- Menunaikan janji
- Menyambung silaturahmi
- Menyayangi orang-orang lemah
- Tidak bangga dan sombong
- Memberikan kebaikan
- Tidak membanggakan diri di hadapan manusia
- Baik akhlaknya
- Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah.”

Hilyatul Auliya’ juz 1, hlm. 270

pantaskah aku untuk belajar

*قال المنصور بن المهدي للمأمون* :  "*أيحسن بمثلي أن يتعلم*؟" فقال : "*والله لأن تموت طالباِ للعلم خير من أن تموت قانعاً بالجه...