Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa



Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata:

? ﺇﻥَّ ﻷَﻫـْﻞِ ﺍﻟﺘَّـﻘْـﻮَﻯ ﻋَـﻠَﺎﻣَﺎﺕٌ ﻳُﻌْﺮَﻓُﻮﻥَ ﺑِـﻬَﺎ:

? ﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
? ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ
? ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ
?ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ
? ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ
? ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ
?ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻟﻠﻨﺎﺱ
? ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ
? ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa memiliki tanda-tanda yang mereka bisa dikenali dengannya:
- Jujur ucapannya
- Menunaikan janji
- Menyambung silaturahmi
- Menyayangi orang-orang lemah
- Tidak bangga dan sombong
- Memberikan kebaikan
- Tidak membanggakan diri di hadapan manusia
- Baik akhlaknya
- Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah.”

Hilyatul Auliya’ juz 1, hlm. 270

ANDAI DOSA ITU BERBAU, BETAPA BAUNYA DIRIKU


Muhammad bin Waasi’ Al-azdi berkata, “Kalau seandainya dosa itu memiliki bau maka tidak seorang pun dari kalian yang akan duduk denganku”.

Yaa Alloh Maha suci Engkau yang menutupi aib dan dosa-dosa hambaMu. tak menjadikan dosa itu bau..

Sesungguhnya orang memuji, karena Allah masih menutup aib kita, Menutupi dosa-dosa kita.

Imam Ahmad berkata, “Mintalah kepada Allah agar menjadikan kita lebih baik dari yang mereka persangkakan dan mengampuni kita atas apa-apa yang mereka tidak ketahui” (Al-Waro’ li ibni Hanbal 1/152)
 
Seandainya Allah membongkar satu saja aib kita yang selama ini kita sembunyikan tentunya semua orang yang tadinya memuji dan menghormati tentu akan berbalik mencela dan merendahkan.

Berkata An-Nawawi, “Abu Bakar jika dipuji maka beliau berdoa….”
 
اللهم أنت أعلم بي من نفسي وأنا أعلم بنفسي منهم اللهم اجعلني خيرا مما يظنون واغفر لي ما لا يعلمون ولا تؤاخذني بما يقولون

“Ya Allah, Engkau mengenal saya lebih dari saya dan saya tahu diri saya dari mereka, Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka sangkakan dan ampunilah aku dari apa-apa yang mereka tidak ketahui”(Tahdzibul Asma’ 2/479-480)

📷 @mahasiswa.salaf x @dshaz_easyfood

DOA SAAT DITIMPA KESEDIHAN DAN KESUSAHAN

Ya Allah,aku adalah hamba-Mu,anak hamba laki-laki dan
hamba perempuan-Mu,diriku berada dalam genggaman-Mu,
jiwaku berada di tangan-Mu,hukum-Mu berlaku pada diriku,
keadilan keputusan-Mu berlaku terhadap diriku,aku memohon
kepada-Mu dengan menyebut semua Asma'-Mu yang Engkau
namakan diri-Mu dengannya,atau Engkau turunkan dalam Kitab-
Mu,atau Engkau mengajarkannya kepada seseorang diantara
makhluk-Mu,atau Engkau memeliharanya di dalam ilmu ghaib
disisi-Mu,jadikanlah al-Qur-an sebagai cahaya dadaku,kebahagiaan
hatiku,penghapus kesedihanku,dan pelenyap kesusahanku.”

KEUTAMAAN BERISTIGHFAR

1. Menghapuskan Dosa
Allah berfirman: ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi)
2. Terhindar dari Azab
Rasulullah SAW. bersabda: "Dan tidaklah Allah akan mengazab kalian sementara kalian dalam keadaan banyak beristighfar." (HR. Ibnu Asakir)
3. Mendatangkan kebaikan di dunia
Qur’an surat Hud ayat 3:
وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
Artinya: "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)."
4. Ketenangan Hati  
5. Memperbaiki diri
6. Wasilah dikabulkannya doa
 Al-Qur’an surat Hud ayat 61:
 وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌ مُّجِيبٌ
Artinya: “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."
7. Memperluas Rizki
8. Mendatangkan keberuntungan
“Beruntunglah orang yang di dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Majah)
9. Dimudahkan Dalam Segala Urusan 
10. Meninggikan derajat di dunia dan akhirat

Keutamaan Tahlil

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ

“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya seratus kejelekan (dosa). Dzikir itu juga penjaga dirinya dari gangguan setan pada hari itu sampai sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang datang membawa amal yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali ada orang yang beramal lebih banyak daripada dirinya.”


Rutinkanlah membaca zikir laailaahaillallah setiap hari, karena seutama utama zikir yang Afdhal ialah zikir ini... Semoga Allah memudahkan lisan kita untuk mengucap kalimat tauhid ini saat ajal menjemput... Karena kondisi sakaratul maut seseorang akan sesuai dengan kebiasaannya sehari hari... Ada yang meninggal saat sujud, ada pula saat membaca Al Qur'an.. ya Allah, Allahumma Inna nas Aluka Husnul khatimah.. Aamiin Ya Mujiib

Cara menghidupkan cahaya keimanan

Kehidupan dunia yang memukau seringkali menjadikan manusia lupa Dan lalai terhadap keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan hari akhir..... hal itu disebabkan oleh terbuainya nafsu syahwat mereka dan keserakahan mereka terhadap keindahan dunia yang semu dan tampak bagaikan fatamorgana.... Oleh karena itu salat yang telah ditetapkan 5 kali sehari semalam bagi orang-orang yang beriman dapat difungsikan sebagai benteng pertahanan bagi mereka terhadap keinginan-keinginan nafsu syahwat dan keserakahan yang setiap saat hadir di dalam manusia....dalam Quran surat al-ankabut ayat 45 artinya bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Alquran, dan dirikanlah salat sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar dan sesungguhnya mengingat Allah dalam salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.... 

 ketika seseorang melakukan salat secara baik dan benar serta mengerjakannya sesuai waktu-waktu yang telah ditetapkan berarti orang itu telah menghidupkan cahaya keimanan di dalam dirinya.... paling sedikit lentera keimanan yang dinyalakan dalam setiap lima waktu salat dapat menjadi penerang bagi dirinya dari satu waktu ke waktu berikutnya untuk selalu berada di jalan yang benar dan diridhoi allah subhanahu wa ta'ala....

HAKIKAT SALAT

Hakikat salat ialah suatu perjuangan mencapai kebahagiaan yang dimulai dengan mengakbarkan Allah lalu dijalani dengan Istiqomah atau konsisten dalam menghadapi berbagai kondisi seperti berdiri rukuk, sujud dan duduk yang kemudian diakhiri dengan salam.....

Artinya kita harus mengakbarkan Allah dalam setiap keadaan hidup yang kita hadapi. susah senang, lapang maupun sempit, sampai akhirnya kita memperoleh kedudukan yang selamat atau bahagia sehingga kita bisa menyelamatkan dan membahagiakan orang di sekitar kita.....

Maka dengan mendalami hakikat salat tahulah kita bahwa praktik salat merupakan miniatur kehidupan manusia...

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...