ketika seseorang melakukan salat secara baik dan benar serta mengerjakannya sesuai waktu-waktu yang telah ditetapkan berarti orang itu telah menghidupkan cahaya keimanan di dalam dirinya.... paling sedikit lentera keimanan yang dinyalakan dalam setiap lima waktu salat dapat menjadi penerang bagi dirinya dari satu waktu ke waktu berikutnya untuk selalu berada di jalan yang benar dan diridhoi allah subhanahu wa ta'ala....
Cara menghidupkan cahaya keimanan
Kehidupan dunia yang memukau seringkali menjadikan manusia lupa Dan lalai terhadap keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan hari akhir..... hal itu disebabkan oleh terbuainya nafsu syahwat mereka dan keserakahan mereka terhadap keindahan dunia yang semu dan tampak bagaikan fatamorgana.... Oleh karena itu salat yang telah ditetapkan 5 kali sehari semalam bagi orang-orang yang beriman dapat difungsikan sebagai benteng pertahanan bagi mereka terhadap keinginan-keinginan nafsu syahwat dan keserakahan yang setiap saat hadir di dalam manusia....dalam Quran surat al-ankabut ayat 45 artinya bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Alquran, dan dirikanlah salat sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar dan sesungguhnya mengingat Allah dalam salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan....
HAKIKAT SALAT
Hakikat salat ialah suatu perjuangan mencapai kebahagiaan yang dimulai dengan mengakbarkan Allah lalu dijalani dengan Istiqomah atau konsisten dalam menghadapi berbagai kondisi seperti berdiri rukuk, sujud dan duduk yang kemudian diakhiri dengan salam.....
Artinya kita harus mengakbarkan Allah dalam setiap keadaan hidup yang kita hadapi. susah senang, lapang maupun sempit, sampai akhirnya kita memperoleh kedudukan yang selamat atau bahagia sehingga kita bisa menyelamatkan dan membahagiakan orang di sekitar kita.....
Maka dengan mendalami hakikat salat tahulah kita bahwa praktik salat merupakan miniatur kehidupan manusia...
Tips Agar dimudahkan oleh Allah
Barang siapa memudahkan orang yang kesusahan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.... (HR. Muslim)
Demikian pula jika, seorang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya..
Maka perlakukan lah seseorang sebagaimana engkau ingin diperlakukan dengan baik... Jangan hasad, iri dan dengki kepada hamba Allah.. dengan berharap kenikmatan mereka hilang...
Antara Sabar, Ridho Dan Bersyukur
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
“Sabar (menghadapi musibah) hukumnya wajib berdasarkan kesepakatan para ulama..
Derajat yang lebih tinggi dari sabar adalah ridho terhadap ketetapan Allah. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum ridho saat menghadapi musibah adalah wajib. Sementara itu, ulama yang lain berpendapat hukumnya sunnah, dan inilah pendapat yang benar..
Berikutnya, tingkatan di atas ridho adalah bersyukur kepada Allah atas musibah tersebut.
Dia justru menilai bahwa musibah tersebut termasuk bagian dari nikmat Allah atasnya. Sebab, Allah menjadikan musibah tersebut sebagai sebab terhapusnya kesalahan-kesalahannya, terangkatnya kedudukannya, kembalinya kepada Allah, ketundukkannya serta kepasrahannya kepada Allah, dan sebab keikhlasannya dalam tawakalnya kepada Allah semata, juga berharapnya hanya kepada Allah bukan kepada makhluk-Nya..”
al-Furqon Bayna Auliya ar-Rohmana wa Auliya asy-Syaithon hlm. 143
Ketika Tidak Merasakan Kelezatan dan Kelapangan Hati Saat Beribadah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
إذا لم تجد للعمل حلاوة في قلبك وانشراحاً فاتهمه! فإن الرب تعالى شكور؛ يعني: أنه لابد أن يثيب العامل على عمله في الدنيا من حلاوة يجدها في قلبه وقوة انشراح وقرة عين فحيث لم يجد ذلك فعمله مدخول”. (مدارج السالكين [2/68])
“Jika kamu tidak merasakan kelezatan dan kelapangan hati saat beribadah maka tuduhlah hatimu.. Karena Robb kita Asy Syakuur (maha berterima kasih).. Dia pasti memberi balasan kepada orang yang beramal sholeh di dunia ini berupa kelezatan yang ia rasakan di hatinya, hati yang lapang dan kesejukan pandangan..
Jika ia tidak mendapatkan itu semua maka berarti amalnya dimasuki (maksiat)..”
Madarijussalikin 2/68
Amal Soleh akan mendatangkan cahaya dihati dan mendatangkan ketenangan.... Jiwanya akan semakin khusyu disetiap saat dan senang berdekatan dengan Allah... Jika ia menjaga hak hak Allah atas segala aktivitas nya, maka Allah pun akan menjaga dan melindunginya...
Amal Itu Bertingkat-Tingkat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ
“Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya. Namun karena apa yang ada di hati saat beramal..”
Majmu Fatawa 25/282
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun... Karena kita tidak tahu amalan mana yang mengantarkan kita kepada Ridho Allah.... Amalan kecil, jika dilakukan dengan niat yang ikhlas demi mengharap ridho Allah akan lebih baik dan diterima, daripada amalan yang besar dan berat namun dilakukan karena Ujub dan ria, malah amal ini mendatangkan murka Allah.. nauzubillahimindzalik
...
Teruslah mendekat melangkah kepada Allah... Jika lelah, jangan berhenti apalagi berbalik arah...
Mengapa Kebaikan Terasa Berat Diamalkan..?
“Kenapa kebaikan begitu berat dikerjakan, dan kenapa kejelekan begitu mudah dilakukan..?”
Ibnu Hajar rahimahullah menukilkan jawaban dari ulama salaf,
“Karena saat melakukan kebaikan, pahit segera terasa dalam jiwa, sementara buah manisnya belum hadir di depan mata, jadilah terasa berat mengamalkannya.. maka jangan sekali-kali perasaan berat itu menyebabkanmu meninggalkan kebaikan tersebut..
berbeda ketika melampiaskan kejelekan, manisnya segera terasa, sementara akibat buruknya belum terlihat nyata, sehingga jiwa pun begitu mudah melakukannya.. maka janganlah perasaan mudah itu menggelincirkanmu untuk terjatuh dalam kejelekan..”
Fathul Bari
Langganan:
Postingan (Atom)
melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah
Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...
-
Beberapa Atsar yang Memperingatkan Perbuatan-perbuatan Maksiat: Adalah para al-Salaf al-Shaleh-dengan semangat mereka untuk menjaga apa y...
-
. . Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah tergelincir kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa d...
-
Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut : 1. Mujahadah, artinya sun...