ALLAH ASH SHABUUR

Saudaraku, ketika kita melakukan kesalahan, bahkan berulang dan berulang dalam ragam kesalahan lainnya sehingga
menyalahi hukum syariat-Nya dan belum sempat bertaubat, Allah juga tidak kunjung memberikan balasan berupa kesulitan atau teguran atau ujian apapun, apakah kemudian kita menyangka bahwa Allah tidak peduli terhadap dosa dan kesalahan kita yang berketerusan tersebut? Tidak, saudaraku.

Sekali lagi tidak. Allah tidak segera mendatangkan balasanNya tersebut karena Allah maha sabar yang kesabaran-Nya sempurna dan tanpa batas. Allah menanti pertaubatan kita: Allah menunggu agar kita segera kembali ke jalan-Nya saja. Jadi persoalannya pada kita, mau sampai kapan? berketerusan jauh dari-Nya, padahal usia dan kesempatan hidup di dunia sangat terbatas. Maka kini saatnya bertaubat, meski kesabaran Allah
melampaui murka-Nya.

Referensi: Buku Edukasi Asmaul Husna Oleh Sri Suyanta.

ALLAH AR RASYIID

Ar-Rasyiid secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menunjuki pada jalan yang benar. Allah lah zat yang maha pembimbing yang memberi bimbingan pada kebenaran.

Allah berfirman yang artinya, Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah
kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah.

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan Barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun
yang dapat memberi petunjuk kepadanya (Qs. al-Kahfi: 17).

ALLAH AL WAARITS

Al-Waarits secara bebas dimaknai bahwa Allah adalah zat yang maha mewarisi segala sesuatu. Karena hanya Allah lah
tempat berasal dan tempat kembali semua yang ada: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Bila manusia memiliki harta, tahta, keluarga, maka mesti diyakini bahwa kepemilikannya sementara, dan seandainya waris mewarisi pun juga sementara, hanya hak pakai dan hak
guna, maka yang hakiki Sang Pemilik Sejati hanyalah Allah. Inilah Allah sebagai zat yang maha mewarisi.

Allah berfirman yang artinya, Dan sesungguhnya benarbenar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami
(pulalah) yang mewarisi” (Qs. al-Hijr: 23). 

ALLAH AL BAAQII

 Al-Baaqii secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kekal, baik
zat, sifat maupun af’al atau perbuatan-Nya. Pada ranah zat-Nya, misalnya, Allah adalah zat yang maha suci, maha mulia, maha kaya, maha besar, maha agung, maha kaya, maha tinggi, maha sempurna selama-lamanya.

Pada ranah sifat-Nya, misalnya, Allah adalah zat yang maha pengasih, maha penyayang, maha adil, maha penyantun, maha bijaksana, maha pelindung, maha penolong, maha pemberi keselamatan selama-lamanya. Pada ranah af’’al atau perbuatanNya, misalnya, Allah adalah zat yang maha mengayakan hamba-hamba-Nya, maha menghidupkan, maha mewafatkan, maha menyaksikan, maha memaafkan, maha mengangkat atau
menurunkan derajat siapapun yang dikehendaki-Nya, maha mengaruniai rezeki, maha menghidayahi hamba-hamba-Nya selama-lamanya

ALLAH AL BAADII'U

Al-Badii”u secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menciptakan segala sesuatu yang tidak ada bandingannya, baik dalam jenisnya, aneka ragamnya, bentuknya, keindahannya
maupun karakteristik yang melekat pada makhluk-Nya. Allah menciptakan bumi, langit, laut dan alam semesta dengan sangat indah yang tidak ada contoh sebelumnya sekaligus tidak ada bandingan setelahnya. Allah juga menciptakan manusia, malaikat, setan, binatang, tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam yang sangat mengangumkan karena keunikannya dan
tidak ada contoh sebelumnya dan bandingan setelahnya.

Allah berfirman yang artinya, Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!”
Lalu jadilah ia (Qs. al-Baqarah: 117).

ALLAH AL HAADII

Al-Haadii secara bebas dipahami bahwa
Allah adalah zat yang maha menunjuki hamba-hamba-Nya pada jalan yang benar membahagiakan. Allah adalah zat yamg maha pemberi hidayah kepada sesiapapun yang dikehendaki-Nya. 

Al-Qur’an Allah Swt. berfirman, yang artinya “Dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong” (Qs. alFurqan: 31) Di tempat lain Allah juga berfirman yang maknanya, Musa berkata: “Tuhan Kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (Qs. Thahaa: 50).

ALLAH AN NUUR

An-Nuur secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha bercahaya, sumber segala cahaya, dan zat yang maha mengaruniai cahaya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, cahaya-Nya maha sempurna.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.  Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang 
tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di  dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) 
seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon  yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di 
sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya),  yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah  membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs. an-Nur: 35).

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...