ALLAH ADH DHAAR

Ad-Dhaar secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mendatangkan kemudharatan kepada sesiapapun yang menolak ajaran-Nya, mengingkari titah-Nya, dan apalagi
yang mengangkangi aturan-Nya. Allah berkuasa mendatangkan keburukan, kesedihan, penderitaan, musibah, kecelakaan, penyakit dan segala hal yang menimbulkan penderitaan kepada
sesiapapun yang mengingkari syariat-Nya.
Allah berfirman yang artinya, Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas
tiap-tiap sesuatu (Qs. al-An’am: l17).

ALLAH AL MAANI'

Al-Maani' secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menjaga, maha melindungi hamba-hamba-Nya dari
gangguan dan dari segala yang dapat membayakan dirinya. Di samping itu, dengan al-Maani', Allah juga zat maha mencegah hamba-hamba-Nya dari segala perilaku jahat dan maksiat.
Sehingga hamba-hamba-Nya terhindar dari perilaku dosa yang hanya skan mencelakakan dirinya saja. Allah berfirman yang artinya, ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak
kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu
dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (Qs. al-Mâ`idah: 67).

ALLAH AL MUGHNII

Dengan al-mughnii, Allah memberi kekayaan kepada sesiapapun yang dikehendaki. Allah melimpahkan karunia-Nya berupa harta tahta dan keluarga kepada hamba-hamba pilihanNya, sehingga kaya harta dan kaya anak juga sanak saudara. Allah mencuhkan ilmu dan kebijakan kepada orang-orang terpilih, sehingga kaya ilmu dan arif bijaksana. Allah juga yang menganugerahkan rasa bahagia di hati hamba-hamba tetbaikNya, sehingga kaya hatinya.

Berkaitan dengan al-Ghaniyy, Allah berfirman yang artinya Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang
yang diberikitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertawakallah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha
Terpuji (Qs. an-Nisa’: 131).

ALLAH AL GHANIYY

Al-Ghaniyy secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kaya, segala kerajaan di tangan-Nya, dan seluruh alam
dalam kekuasaan-Nya.

Allah berfirman yang artinya Padanya terhadap tandatanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa
mengingkari (kewajibannya haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (Qs.Ali Imran: 97).

ALLAH AL JAAMI'

Allah Al Jaami' secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha
mengumpulkan, menghimpunkan manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah juga yang menghimpun tulang belulang yang berserakan atau tak terlihat lagi guna dibangkitkan untuk menerima putusan dari pengadilan ilahi di Padang Mahsyar.

Allah berfirman yang artinya, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya
Allah tidak menyalahi janji (Qs. Ali Imran: 9)

ALLAH AL MUQSITH

Dengan ragam normativitas di atas, maka Allah juga menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil” (Qs. al-Hujurat: 9).

Adapun al-Muqsith dijelaskan pada beberapa ayat, yang artinya Hanya kepada-Nyalah kamu semua akan kembali; sebagai janji yang besar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan
makhluk yang permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia
memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shalih dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka (Qs. Yunus: 4).

ALLAH DZUL JALAALI WAL IKRAAM

Dzul Jalaali wal Ikraam tersusun dari tiga kata kunci, yaitu dzu yang diartikan memiliki atau yang memiliki, al-jalal berarti
keagungan atau kebesaran dan ikram yang bermakna kemuliaan karena memiliki kemurahan. Dengan demikian Allah adalah zat yang maha agung, maha besar dan maha mulia. Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya, Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (Qs. al-Rahmaan: 27).

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...