ALLAH AS SALAM

Allah juga memiliki nama as-Salaam yang lazimnya dimaknai bahwa Allah adalah zat Yang Maha Damai Sejahtera, Allah maha berkuasa mencurahkan rahmat, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan kepada semua makhluk-Nya, apalagi kepada orang-orang yang beriman....

Allah mengukuhkan as-Salaam di antara beberapa namaNya dalam ayat yang maknanya, Dialah Allah Yang tiada Tuhan
selain Dia, Raja yang Menguasai, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang
mereka persekutukan (Qs. al-Hasyr: 23).

Kata as-Salaam berasal dari asal kata salama gabungan huruf sin lam mim yang sama dengan Islam sebagai agama yang memiliki karakteristik damai mendamaikan, sejahtera mensejahterakan, dan selamat menyelamatkan. 

Ketika musibah melanda, hanya Allah asSalam yang dapat menyelamatkan kita dari berbagai keburukan.... Disaat kemusyrikan merajalela, hanya Allah yang dapat menyelamatkan kita dengan keimanan yang lurus dan teguh... Baik di dunia, di alam BARZAKH, di akhirat kelak, hanya Allah yang dapat menyelamatkan kaum mukminin...

Ya Allah, selamatkan lah kami dari keburukan... Jauhkanlah kami dari murkaMu ya Allah....

ALLAH AL QUDUS

Allah juga memiliki nama al-Quddus, yang
lazim dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Suci, bersih secara sempurna dengan sendiri-Nya, terpelihara dari segala
macam kekurangan dan jauh dari segala aib serta terhindar dari kesalahan......

Kemahasucian Allah sempurna, baik zat-Nya, kehendak-Nya maupun perbuatan Nya. Allah berfirman, "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci (al-Quddus), Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (Qs. alHasyr: 23).


Kesempurnaan kesucian Allah terjalin dengan sifat dan kesempurnaan lainnya, sehingga seluruh makhluk memuji-Nya, meskipun pujian makhluk tidak menambah dan keingkaran makhluk tidak mengurangi kesucian-Nya. Allah berfirman “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci (alQuddus), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. al Jumu’ah: 1)....

Sebagian manusia ada yang menaruhkan ketidaksempurnaan zat kepada Allah... Dengan mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan istri... dan mengatakan bahwa Allah tidak mempu mengubah takdir mnausia serta mengatakan bahwa Allah lelah dalam mengurus alam semesta ini... Subhanallah!!!, Maha Suci Allah dari segala kekurangan.... Ya Allah, jauhkanlah iman dan hati kami dari mencela KeMaha Sempurnaan Engkau ya Allah....

ALLAH AL MALIK

Terdapat nama al-Rahman, ar-Rahiim dan al-Malik. Dalam 
konteks al-Malik, kita diingatkan bahwa Allah adalah raja yang merajai atau penguasa yang menguasai kehidupan di jagad raya ini maupun kehidupan di akhirat nanti. Oleh karenanya 
kekuasaan Allah atas makhluk-Nya, baik makhluk berupa alam 
dunia seisinya maupun alam akhirat seisinya itu sempurna, tanpa batas...

Allah berfirman, Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di 
antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Qs. al-Mulk: 1-2)....

Kekuasaan atau kerajaan Allah itu bersifat mutlak. Karena 
Allah adalah pencipta dan selain-Nya adalah makhluk, maka semua makhluk adalah milik-Nya saja. Oleh karena itu segala 
yang ada pada makhluk adalah pemberian-Nya.... Ruh pada 
manusia, nyawa pada binatang, jiwa pada segala sesuatu yang 
ada adalah pemberian atau titipan Allah yang suatu waktu pasti akan diambil-Nya kembali.
Begitu juga halnya dengan kepemilikan manusia terhadap harta, tahta dan keluarga (wanita atau pria)... Semua itu hanya titipan dan yang sebenar-benarnya pemilik adalah Allah saja. Bila 
Zat yang memiliki berkenan mengambil apapun dan kapanpun milik-Nya adalah hak pemilik. Makhluk hanya menempati sebagai hak pakai bukan hak milik....

ALLAH ARRAHIM

Jika ArRahman adalah Maha Pengasihnya Allah kepada seluruh makhlukNya, baik yang kafir ataupun mukmin.. maka ArRahim adalah Maha Penyayang nya Allah kepada makhlukNya khusus yang mukmin saja....

Allah berfirman, Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang 
terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang 
yang beriman (Qs. al-Ahzab: 43).

Hidayah dan Taufik merupakan hadiah khusus yang hanya turun kepada hamba Allah yang beriman saja... Allah menyediakan berbagai kenikmatan dan keselamatan diakhirat kelak kepada mukmin dikarenakan Allah ArRahim (Maha Penyayang)....

ALLAH ARRAHMAN

 al-Rahman dimaknai bahwa Allah adalah zat yang maha pengasih. Dengan sifat-Nya al-Rahman maka Allah adalah maha pengasih, yakni mengasihi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sifat kepengasihan Allah berlaku bagi seluruh manusia baik itu yang Islam maupun yang kafir, malaikat, setan, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan dan seluruh 
makhluk ciptaan-Nya.

Karena Maha Pengasihnya Allah, bahkan orang kafir pun merasakan kepengasihan Allah.. mereka diberi kehidupan, mampu bernafas, diberi Rizki, tubuh yang sempurna, dsb... Padahal jika dunia ini berharga seperti sebelah sayap nyamuk maka hanya orang mukmin lah yang Allah limpahkan kasih sayang Nya...

Dalam sebuah riwayat Rasulullah saw bersabda Allah swt menjadikan rahmat (kebaikan) itu seratus bagian, disimpan di 
sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian; yang satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk, (yang tercermin antara lain) pada seekor binatang yang mengangkat kakinya dari anaknya, terdorong oleh rahmatnya, kuatir jangan sampai menyakitinya (menginjak anaknya) (HR. Muslim).

Karena limpahan Rahmat Allah kepada makhukNya, mereka saling menyayangi satu sama lain.... Seorang ibu sayang kepada anak nya... Manusia menyayangi anak kecil dan menghormati yang tua.... Tidak melakukan kekerasan terhadap hewan ... Perhatiannya seorang guru kepada murid muridnya.... Semua itu karena 1% limpahan Rahmat Allah....

SEGALA SESUATU BERTASBIH KEPADA ALLAH SWT

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah, dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujinya. tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. sesungguhnya dia adalah Maha penyantun lagi maha pengampun" Quran surat Al isra ayat 44.
Kicauan dan kepakan sayap burung merupakan tasbih burung kepada Allah... bahkan batu yang mengalir air daripadanya bertasbih kepada Allah seraya takut kepada Allah...
Semut dikegelapan, pohon yang bergoyang, dan seluruh makhluk Allah bertasbih memuji Allah..
Benda matipun seperti bayang bayang juga tunduk dan bertasbih kepada Allah
..

Semua makhluk dimuka bumi bertasbih kepada Allah baik sukarela ataupun terpaksa... Di zaman azali pun, manusia sudah berikrar dan bersaksi bahwa Hanya Allah Tuhan yang patut disembah...

Orang mukmin yang shalih senantiasa bertasbih didalam solatnya, didalam dzikirnya, disetiap pagi dan petang dihidupnya...

Allah Maha Suci dari persangkaan hambaNya yang menyekutukan Allah dengan tandingan selain Allah... Maha Suci Allah dari makhluk yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan istri... Kami berlindung kepada Engkau dari menyekutukanMu ya Allah... Tetapkan lah kami secara Kaaffah keseluruhan lahir bathin untuk berada di atas Islam hingga akhir hayat menjemput kami...

CIRI ORANG MUKMIN SAAT DITIMPA MUSIBAH

Mukmin Saat Mendapatkan Ujian

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,

“Seorang mukmin ketika diuji, dia bersabar, mengambil hikmahnya, serta beristighfar memohon ampun.. dia tidak menyibukkan dirinya dengan mencela Dzat Yang menghukumnya karena Allah adalah hakim yang adil.. lalu, dia justru memuji Allah karena agamanya masih selamat dan mengerti bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya..”

Siyar A’lam An-Nubala – 8/81

Goresan Pena takdir Telah mengering, setiap kejadian pasti terjadi sesuai ketetapan Allah .... Setiap waktu terdapat takdir Allah yang telah berjalan.. apabila kita menerimanya dengan ridho dan sabar maka Allah akan ridho pula dengan kita, serta Allah akan menuliskan pahala untuknya... Namun apabila kita marah dan tidak menerima dengan takdir Allah, maka beratnya musibah itu semakin berat, kemudian Allah juga murka kepadanya, Nauzubillahimindzalik....

Musibah duniawi itu pasti dialami oleh setiap jiwa,,,, dengan musibah itu bisa jadi Allah menghapus kesalahannya, mengangkat derajatnya, atau karena Allah mencintainya maka Allah mengujinya.... Musibah duniawi masih bisa ditangani insyaAllah, asal jangan musibah itu menimpa kepada agama dan keimanan kita, ini sangatlah bahaya, karena orang tsb akan jauh dari Allah ta'ala...

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, akan tetapi kita harus yakin bahwa takdir Allah itu yang terbaik untuk kita... Kita tidak mengetahui ilmu sedangkan Allah Al 'Alim Maha Mengetahui.....

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...