ALLAH ARRAHIM

Jika ArRahman adalah Maha Pengasihnya Allah kepada seluruh makhlukNya, baik yang kafir ataupun mukmin.. maka ArRahim adalah Maha Penyayang nya Allah kepada makhlukNya khusus yang mukmin saja....

Allah berfirman, Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang 
terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang 
yang beriman (Qs. al-Ahzab: 43).

Hidayah dan Taufik merupakan hadiah khusus yang hanya turun kepada hamba Allah yang beriman saja... Allah menyediakan berbagai kenikmatan dan keselamatan diakhirat kelak kepada mukmin dikarenakan Allah ArRahim (Maha Penyayang)....

ALLAH ARRAHMAN

 al-Rahman dimaknai bahwa Allah adalah zat yang maha pengasih. Dengan sifat-Nya al-Rahman maka Allah adalah maha pengasih, yakni mengasihi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sifat kepengasihan Allah berlaku bagi seluruh manusia baik itu yang Islam maupun yang kafir, malaikat, setan, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan dan seluruh 
makhluk ciptaan-Nya.

Karena Maha Pengasihnya Allah, bahkan orang kafir pun merasakan kepengasihan Allah.. mereka diberi kehidupan, mampu bernafas, diberi Rizki, tubuh yang sempurna, dsb... Padahal jika dunia ini berharga seperti sebelah sayap nyamuk maka hanya orang mukmin lah yang Allah limpahkan kasih sayang Nya...

Dalam sebuah riwayat Rasulullah saw bersabda Allah swt menjadikan rahmat (kebaikan) itu seratus bagian, disimpan di 
sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian; yang satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk, (yang tercermin antara lain) pada seekor binatang yang mengangkat kakinya dari anaknya, terdorong oleh rahmatnya, kuatir jangan sampai menyakitinya (menginjak anaknya) (HR. Muslim).

Karena limpahan Rahmat Allah kepada makhukNya, mereka saling menyayangi satu sama lain.... Seorang ibu sayang kepada anak nya... Manusia menyayangi anak kecil dan menghormati yang tua.... Tidak melakukan kekerasan terhadap hewan ... Perhatiannya seorang guru kepada murid muridnya.... Semua itu karena 1% limpahan Rahmat Allah....

SEGALA SESUATU BERTASBIH KEPADA ALLAH SWT

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah, dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujinya. tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. sesungguhnya dia adalah Maha penyantun lagi maha pengampun" Quran surat Al isra ayat 44.
Kicauan dan kepakan sayap burung merupakan tasbih burung kepada Allah... bahkan batu yang mengalir air daripadanya bertasbih kepada Allah seraya takut kepada Allah...
Semut dikegelapan, pohon yang bergoyang, dan seluruh makhluk Allah bertasbih memuji Allah..
Benda matipun seperti bayang bayang juga tunduk dan bertasbih kepada Allah
..

Semua makhluk dimuka bumi bertasbih kepada Allah baik sukarela ataupun terpaksa... Di zaman azali pun, manusia sudah berikrar dan bersaksi bahwa Hanya Allah Tuhan yang patut disembah...

Orang mukmin yang shalih senantiasa bertasbih didalam solatnya, didalam dzikirnya, disetiap pagi dan petang dihidupnya...

Allah Maha Suci dari persangkaan hambaNya yang menyekutukan Allah dengan tandingan selain Allah... Maha Suci Allah dari makhluk yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan istri... Kami berlindung kepada Engkau dari menyekutukanMu ya Allah... Tetapkan lah kami secara Kaaffah keseluruhan lahir bathin untuk berada di atas Islam hingga akhir hayat menjemput kami...

CIRI ORANG MUKMIN SAAT DITIMPA MUSIBAH

Mukmin Saat Mendapatkan Ujian

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,

“Seorang mukmin ketika diuji, dia bersabar, mengambil hikmahnya, serta beristighfar memohon ampun.. dia tidak menyibukkan dirinya dengan mencela Dzat Yang menghukumnya karena Allah adalah hakim yang adil.. lalu, dia justru memuji Allah karena agamanya masih selamat dan mengerti bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya..”

Siyar A’lam An-Nubala – 8/81

Goresan Pena takdir Telah mengering, setiap kejadian pasti terjadi sesuai ketetapan Allah .... Setiap waktu terdapat takdir Allah yang telah berjalan.. apabila kita menerimanya dengan ridho dan sabar maka Allah akan ridho pula dengan kita, serta Allah akan menuliskan pahala untuknya... Namun apabila kita marah dan tidak menerima dengan takdir Allah, maka beratnya musibah itu semakin berat, kemudian Allah juga murka kepadanya, Nauzubillahimindzalik....

Musibah duniawi itu pasti dialami oleh setiap jiwa,,,, dengan musibah itu bisa jadi Allah menghapus kesalahannya, mengangkat derajatnya, atau karena Allah mencintainya maka Allah mengujinya.... Musibah duniawi masih bisa ditangani insyaAllah, asal jangan musibah itu menimpa kepada agama dan keimanan kita, ini sangatlah bahaya, karena orang tsb akan jauh dari Allah ta'ala...

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, akan tetapi kita harus yakin bahwa takdir Allah itu yang terbaik untuk kita... Kita tidak mengetahui ilmu sedangkan Allah Al 'Alim Maha Mengetahui.....

LIRIK SYAIR SAUQBILUKA

سَـأُقْبِـلُ يَا خَالِقِيْ مِنْ جَدِيْــد # كَمَا أَنْتَ مِنِّيْ إِلهِـيْ تُرِيْـــد
Sauqbilu ya kholiqi min jadid, kama anta minni ilaihi turid
Aku datang (dengan dosa) sekali lagi duhai Penciptaku, sebagaimana yang Engkau inginkan duhai Sesembahanku

وَأَرْجُــو إِذَا أَنْـتَ تَقْبَــلُنِـــي # جِنَانَ الْخُلُـوْدِ وَمِنْـكَ الْمَزِيْد
Wa arju idza anta taqbaluni, jinanal khuludi wa minka mazid
Aku berharap Engkau mau menerima (permintaan maaf)ku, balasan surga yang kekal dan tambahan nikmat dari-Mu

عَصَيْتُـــكَ رَبِّـي وَأَمْهَلْـتَـنِيْ # وَتَسْتُـرُنِيْ رَغْمِ أَنِّـيْ عَنِيْـد
‘Ashoituka robbi waamhalatani, watastaruni roghma anni ‘anid
Aku telah bermaksiat kepada-Mu wahai Robbku namun Engkau berlaku lembut kepadaku, dan Engkau tutup aibku padahal aku hamba-Mu yang durhaka

لِأَنَّـكَ رَبِّـــــيْ غَفُوْرٌ وَدُوْد # رَحِيْمٌ بِكُلِّ الْوَرَى وَالْعَبِيْــــد
Liannad robbi ghofuru wadud, rohimun bikullil waro wal ‘abid
Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mencintai duhai Robbku, Maha Penyayang kepada seluruh makhluk dan hamba-Nya

أَتَيْتُـكَ يَـا خَـالِـقِيْ بَـاكِـيَــــا # وَ دَمْعُ الْأَسَى كُلَّ حِيْنٍ يَزِيْد
Ataitaka ya kholiqi bakiya, wadam’ul asa kulli hiinin yazid
Aku datang menemui-Mu wahai Robbku dengan air mata ini, dan air mata penyesalan ini setiap saat senantiasa bertambah


فَقَدْ قُلْتَ فِيْ الْآيِ لَا تَقْنَطُوْا # وَإِنْ تَعْفُ عَنِّيْ فَذَا يَوْمُ عِيْد
Faqod qulta fiil ayi lataqnathu, wainta’fu ‘anni fadza yaumu ‘id
Sungguh Engkau berfirman seraya menyeru: (janganlah kalian berputus asa), jika Engkau memaafkan diriku maka itulah hari kemenangan bagiku

ORANG YANG BERAKAL



Sufyan bin Uyainah mengatakan:

“Orang yang berakal bukanlah orang yang mengetahui kebaikan dan keburukan. Tiada lain orang yang berakal adalah seseorang yang apabila melihat kebaikan, ia pun mengikutinya. Dan apabila melihat keburukan, ia pun menjauhinya.”

Hilyatul Auliya karya Abu Nuaim (8/339) & Syuabul Iman karya Al Baihaqi (4664)

Ketika melihat kebaikan maka irilah dengannya... Lalu ikutilah kebaikan tersebut.. dan berlomba lombalah di dalam kebaikan.... Maka jika demikian engkau akan menjadi orang ynag beruntung...

Apabila melihat keburukan maka jauhilah sekuat mungkin... Memohon lah pada Allah agar terhindar dari mengikuti keburukan tersebut... Apabila ada perkara sia sia dan melalaikan maka pergilah jangan mengikutinya serta berkatalah perkataan yang baik...

SHALAT PENYEJUK HATI

Dijadikan penyejuk hati bagi orang mukmin yaitu melaksanakan shalat.... Setiap shalat merupakan perjumpaan makhluk dengan Allah selama di dunia... Sungguh indah lantunan doa yang kita panjatkan dalam shalat... Berikut untaian hikmah dlaam setiap gerakan dalam shalat:
1. Niat.... Merupakan kunci diterimanya amalan...berniatlah untuk shalat karena Allah ta'ala, dengan membersihkan diri dari kesyirikan, semisal menghindari riya', sum'ah, dan ujub (ingin dipuji dan dilihat orang lain).... 
2. Takbiratul Ihram... Saat mengangkat tangan untuk takbir, camkan pada diri untuk menghempaskan segala persoalan duniawi, dan fokus melaksanakan ibadah ukhrawi... 
3. Doa Iftitah... Agungkanlah Allah dengan sebesar besarnya penghormatan... Panjatkan puji syukur kehadirat Allah.... Sucikan Allah dengan bertasbih... Hadapkan wajahmu secara Hanif dan muslim yang Kaaffah kepada Allah yang Menjaga Langit dan Bumi... Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah ta'ala... Dan berjanjilah untuk tidak syirik menyekutukan Allah dengan tandingan apapun....
4. Al Fatihah.... Merupakan dialog antar Allah dengan HambaNya.... Awali dengan menyebut asma Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang... Berikut hadits nabi:
Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.
Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.”
(HR. Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya)

5. Bacaan surat dalam Al Qur'an... Renungilah dan tadabburilah makna dalam surat yang dibaca... Sungguh di dalam Al Qur'an terdapat kebenaran yang nyata yang membuat hati mukminin menjadi lembut karenanya...

6. Rukuk.... Ketika rukuk, Allah menghapuskan segala dosa dosa kita..oleh karena itu bertasbihlah memuji kebesaran Allah ta'ala..

7. I'tidal... Katakanlah segala puji bagi Allah sebesar langit dan bumi, dan sebesar yang dikuasakan oleh Allah ta'ala..sungguh Allah Maha Mendengar pujian para makhlukNya...

8. Sujud.... Bertasbihlah memuji Allah yang Maha tinggi... Tidak ada yang mampu menandingi Allah... Seketika saat kita merendah kepada Allah selayaknya hamba kepada Tuannya maka kita dihapuskan segala kesalahan kita...subhanallah..

9. Doa diantara dua sujud... Berdoalah ya Allah ampunilah dosaku, kasihanilah aku, tutupilah aibku, angkat derajatku, berilah Rizki untukku, tunjukilah aku, maafkanlah kesalahanku, sehatkanlah aku Ya Allah...

10. Tahiyyat.... Sebaik-baik penghormatan hanya layak dipanjatkan kehadirat Allah.. tak lupa salam dicurahkan kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dan juga salam juga bagi kita sesama muslim.... Bersaksilah hanya Allah yang pantas disembah... Allah dan malaikatNya bershalawat kepada nabi, maka kita juga harus bershalawat juga kepada Nabi Saw.

11. Salam... Akhirnya kita tutup shalat dengan salam kepada sesama muslimin, agar jalinan persaudaraan ukhuwah ISLAMIYYAH kita semakin kuat...

Ingatlah amal yang pertama kali dihisab adalah shalat...sebagaimana hadits nabi Saw:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) 

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...