YAA ALLAH, AKU PULANG

Hari demi hari berkurang, berlalu begitu saja, semakin dekat ajal menjemput.... Hari hari sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan dunia sehingga tak ingat kepada Allah sedikitpun..... Harta dihitung dan dihitung, dikumpulkan, dan tak ingat menunaikan hak orang lain di dalam hartanya..... Sibuk dan sibuk selalu kepada kesenangan dunia, tak pernah merisaukan beratnya hari akhir..... Al Qur'an berdebu dan hanya dipajang..... Alat shalat masih tersimpan rapih tanpa digunakan.... Enggan menuntut ilmu agama dan merendahkan orang orang yang shalih.... Mulut senantiasa berkata yang tidak berfaedah.... Perilaku sering menyakiti sesama..... Ibadah ibadah wajib dilakukan.... tidak merasa malu jika Perbuatan salah dan aib diumbar umbar dan ditampilkan dihadapan publik.... Sejauh itukah kita dengan Allah???.... Kemana hati yang harusnya dekat dengan Allah..... apa harus Sampai dialam kubur baru timbul keinginan untuk berbuat amal saleh....

Ya Allah, berikanlah  kepadaku hidayah dan taufikMu.....jauhkanlah aku dari murkaMu....

Ya Allah, aku sadar....
Ya Allah, aku takut akan kematian yang buruk.....
Ya Allah,,,,,, aku pulang .....

SIAPKAN DIRI

Siapkan bekalmu untuk kampung yang abadi.... Kelak kita akan dihadapkan bertemu dengan Allah dalam keadaan sendiri, nafsi nafsi.... semua anggota tubuh akan menjadi saksi... Mulut yang terbiasa berbohong akan dikunci... Kulit sekalipun akan bersaksi atas apa yang telah dilakukan.... Kemanakah kaki digunakan untuk melangkah.... Perbincangan apakah yang selama ini telah didengarnya.... Penglihatan apa sajakah yang telah dipandangnya.... Sungguh malu jika kita dilahirkan dalam keadaan fitrah suci, lalu diberikan berbagai kenikmatan, kemudian pulang hanya membawa dosa yang belum ditaubati, bekal ibadah pun hanya sedikit...... Semua yang telah berlalu, hati yang lalai, mulut yang enggan berdizikir, akal yang tak pernah memikirkan keagungan Allah, semuanya akan dihisab..... Sungguh beruntung hamba yang dipermudah hisabnya lalu Allah masukkan ke dalam surga, dan sungguh merugi orang yang berat hisabnya, kemudian dicampakkan kedalam neraka..... Hari yang ditunggu itu akan tiba... Janji Allah berupa kemenangan bagi hamba yang mukmin pasti terlaksana dan terjadi.... Oleh karena itu, disisa hidup lakukan yang terbaik, sehingga bertemu dengan Allah mendapatkan RidhaNya...

BERJALANLAH TERUS

Belajar memperbaiki diri itu sangat baik, yakni dengan cara mengenal diri dan melihat aib diri... Jangan sampai sibuk melihat aib orang lain sampai lupa diri juga punya aib yang lebih besar.... Teruslah menuntut ilmu sampai engkau masuk ke liang lahat.. karena sebaik baik teman adalah ilmu yang mana engkau bisa berjalan di dunia ini serta mengarungi luasnya samudera kehidupan... Namun jangan sampai engkau bangga atas ilmu yang engkau punya, sebab ilmu itu amat luas dan banyak... Jangan engkau cepat puas dengan memiliki ilmu yang sedikit... Sebaik baik ilmu adalah yang mendekatkan dirimu kepada Allah, yang menunjukkan kepadamu mana yang benar dan mana yang salah... Setelah itu jangan lupa engkau menerapkan ilmu dengan Istiqomah beramal shaleh lillahi ta'ala... Itulah sebaik baik bekal.... Teruslah beramal walaupun sedikit... Niatkan  semuanya karena Allah ta'ala... Berjalan lah menuju Allah dengan hati yang penuh suka cita, raihlah kemenangan.... Jadilah orang yang beruntung sebagaimana yang tersirat dalam surat Al mu'minun... Berdoalah agar Allah memberikan surga firdaus kepadamu... Berjalanlah terus sampai ajal menjemput.... Memang jalan itu amat berat dan melelahkan, tapi ingat Ridha Allah yang kita tunggu... Ketika kaki sudah melangkah ke surga niscaya kesusahan hidup di dunia tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan kenikmatan di akhirat.... Segala ibadah pahalanya untuk diri kita sendiri..sebagai teman di alam kubur hingga masuk ke surga atau neraka, nauzubillahimindzalik...

DIALOG HAMBA DENGAN TUHANNYA

Jika ingin Allah berbicara kepadaku, maka aku membaca Al Qur'an..... Jika aku ingin berbicara kepadaNya, maka aku lakukan shalat ....

Setiap lembar dalam Al Qur'an terdapat berbagai hikmah yang mendalam... Mentadabburi Al Qur'an akan mendatangkan Rahmat Allah ta'ala.... Di dalamnya terdapat peringatan bagi hamba yang lalai, dan kabar gembira bagi hamba yang taat.... Adapun di dalam shalat terdapat dialog seorang hamba yang meminta kepada Allah atas kebaikan dalam urusan dunia dan akhiratnya..

PENYEBAB MUSIBAH



Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". QS asy-Syuura: 30.

 

Lihatlah Muhammad bin Sirin ini berkata tatkala dirinya di tagih hutang, maka dirinya sadar dengan mengatakan: "Sesungguhnya saya tahu kalau kesulitan ini di sebabkan dosa yang saya lakukan empat puluh tahun yang lampau".

 

Berapa banyak yang telah kita lampaui aturan Allah Ta'ala tersebut, betapa banyak dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan, namun Allah Subhanahu wa ta'ala masih saja menyayangi kita dan memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan kita, mana kala orang itu kondisinya dalam keadaan lemah tatkala di timpa musibah, maka di bukankan baginya pintu kembali dan taubat kepada Allah Ta'ala, dan ingatlah bahwa sesungguhnya Allah Azza wa jalla Maha menerima taubat dari para hambaNya dan mengampuni dari kesalahan-kesalahanya. Ada sebuah kata-kata mutiara yang patut kita camkan, di katakan: "Tidaklah bencana itu turun melainkan dengan sebab dosa yang telah di kerjakan, dan tidak mungkin bencana itu hilang melainkan dengan taubat kepada Allah Azza wa jalla".

KEMUDAHAN DIBALIK KESULITAN



Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian. Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim a.s. Dan itu, karena pertolongan Ilahi 

{Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.}

(QS. Al-Anbiya': 69)

Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa a.s). Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah, {Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.}

(QS. Asy-Syu'ara:: 62)

Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad s.a.w. yang ma'shum mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa Allah Yang Maha Tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga, rasa aman, tenteram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.
Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan...

YA ALLAH...


{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.}

(QS. Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang bergumam: "Ya Allah!" Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...