Tanda tanda kebesaran Allah pada diri manusia



Allah berfirman
وفي أنفسكم أفلا تبصرون
Dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan (adz dzariyat: 21)

Pada penciptaan manusia terdapat tanda tanda kebesaran penciptaan Allah dan kekuasaanNya yang sangat gamblang....
Allah menciptakan dua mata beserta penglihatannya yang mana dengannya dapat melihat berbagai ayat kauliyah dan kauniyah Allah ta'ala...Allah menciptakan pendengaran yang dengannya dapat mendengarkan berbagai suara...Allah menciptakan akal yang dengannya manusia dapat berfikir, dan lain sebagainya....
Barangsiapa merenungkan penciptaan dirinya sendiri, niscaya akan mengetahui bahwa sesungguhnya tujuan dirinya diciptakan dan persendian tulang nya dilenturkan hanyalah untuk beribadah...

Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah



Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

وَيَجِبُّ أن يَعلَـمَ العَبـدُّ أنَّ عَمَلَـهُ مِن الحَسَنَـاتِ هُـوَ بِفَـضلِ اللَّهِ وَرَحمَتِـه ، ومِن نِعمَتِـهِ ، كَمَـا قَـالَ أهـلُ الجَنَّـة

“Dan wajib diketahui oleh setiap hamba bahwasanya apa yang dia usahakan dari amal kebaikan itu semata-mata karena keutamaan dari Allah Ta’ala, rahmat dan kenikmatan dari-Nya. Sebagaimana yang diucapkan oleh para penduduk surga,

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهتَدِيَّ
لَولَا أَن هَـدَانَا اللَّهُ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami untuk ini dan kami tidak akan mendapatkan hidayah kalau sekiranya kami tidak diberi hidayah oleh Allah.”

Majmu’ al Fatawa

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan



قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”.
الزهد للإمام أحمد

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..”

Az Zuhd Lil Imam Ahmad

Karena Semua Adalah Milik Allah



Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Apa saja yang dilakukan tanpa pertolongan Allah maka tidak akan terjadi, karena tidak ada daya dan upaya kecuali dengan bantuan Allah.. dan apa saja yang dilakukan tidak karena Allah maka tidaklah bermanfaat dan tidaklah kekal..”

Majmu’atul Fatawa 3/124

Agar Rasa Hasad Hilang



Hatim Al-Asham -rahimahullah- mengatakan:

“Aku melihat orang-orang saling hasad, maka aku pun merenungi firman Allah ta’ala:

نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَیۡنَهُم مَّعِیشَتَهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۚ

“Kamilah yang membagi-bagi penghidupan untuk mereka dalam kehidupan dunia..” [Az-Zukhruf: 32]

Maka, aku pun meninggalkan hasad, karena hasad adalah bentuk protes terhadap pembagian Allah..”

Mukhtashar Minhajil Qashidin 28, Diterjemahkan oleh, Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Mempertanggung-Jawabkan Perbuatan Sendirian


Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Wahai anak Adam, ketahuilah bahwasanya sungguh..
- engkau akan mati sendirian,
- masuk ke liang kubur pun sendirian,
- dibangkitkan sendirian dan,
- mempertanggung-jawabkan perbuatanmu juga sendirian..”

Hilyatul Auliya’ – 4/116

Balasan Bagi Orang Yang Pemaaf



Suatu malam Hasan al-Bashri rahimahullah memanjatkan do’a seraya berkata : “Ya Allah, ampunilah (hamba-Mu) siapapun yang pernah menzholimiku..”

Begitu banyak beliau mengulang-ulang do’a itu hingga terdengar oleh seseorang dan ia bertanya, : “Wahai Abu Sa’id, malam ini sungguh aku mendengarmu mendo’akan kebaikan (memohon ampunan kepada Allah Ta’ala) bagi siapapun yang telah menzholimimu sehingga aku pun (sempat) berharap termasuk orang yang pernah berbuat zholim kepadamu. Apa yang sesungguhnya yang mendorong engkau melakukan hal tersebut..?”

Hasan pun menjawab : “(Yang mendorongku itu tidak lain adalah) firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Barangsiapa memaafkan dan berbuat kebajikan, maka Allah pun akan melimpahkan pahala baginya..” (QS. Asy-Syuura [26]: 40)

Syarah al-Bukhari VI/575 oleh Ibnu Baththol

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...