MATI HATI


yang disebut mayat adalah orang yang tidak mengingat Tuhannya, walaupun ia masih hidup di dunia...apa artinya hidup jika senantiasa menuruti kehendak, keinginan, dan kesesatan nafsunya?..jika demikian ia telah mati secara makna bukan secara wujud....

Perbanyaklah mengingat mati jika engkau ingin menjadi pengikut yang benar... Sesungguhnya mengingat mati itu amat berguna bagi dirimu, nafsumu, keinginanmu, dan engkau akan mudah berpaling dari dunia... Barangsiapa yang tidak mengambil pelajaran dari kematian maka tidak ada jalan lain untuk menasehatinya...
Nabi Saw. Bersabda: cukuplah kematian itu sebagai nasehat...

HIJRAH KARENA ALLAH SWT.

Dunia adalah penjara bagi orang mukmin... Oleh karena itu hindarilah kawan kawan buruk...jangan temani mereka...jika engkau memang berusaha untuk berubah karena Allah maka engkau akan diubah...Allah SWT berfirman didalam QS. Ar Ra'd ayat 11 yang artinya: "sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.."

AMANKAH KITA DARI MURKA ALLAH?



Perasaan aman dari adzab Allah SWT. Pada Hari Kiamat itu tergantung dari ketakutan kita kepada Allah SWT. Sewaktu di dunia.......dan ketakutan kita di akhirat tergantung dari rasa aman terhadap murka Allah...

Janganlah tenggelam dalam lautan dunia dan berada di jurang kelalaian... Menjadi kehidupan yang bagaikan kehidupan binatang, yang diketahui hanya soal makan, minum, tidur dan kisah percintaan serta mewahnya dunia.... Janganlah rakus terhadap dunia, bersemangat untuk mengumpulkannya tanpa menunaikan infaq di dalamnya... Ketahuilah bahwa semua itu telah menghalangi kita dari pintu Allah SWT.

SEMUA AMAL KITA TERCATAT


Sesungguhnya setiap amalmu, baik lahir maupun batin, selalu dicatat... Kelak di hari kiamat, setiap orang diantara kita akan didatangkan malaikat yang mencatat amal kita sewaktu di dunia.. malaikat telah mencatat semua kebaikan dan keburukan, dan semuanya berasal dari diri kita... Bersamanya ada 99 lembar catatan... Setiap lembar luasnya sejauh mata memandang... Kemudian engkau akan diperintahkan agar membaca catatan itu..
Adapun orang yang memiliki catatan baik maka ia akan bergembira dengannya... Sedangkan orang yang mengambil catatannya dari golongan kiri (buruk) maka ia akan sangat menyesal....

Lantas, selagi kita di dunia ingatlah bahwa sesungguhnya Allah tidak menciptakan kita sekedar atau secara main main saja, dan kita akan dikembalikan kepadanya kelak.... Berpeganglah pada agama Allah, Al Qur'an, Assunnah, dan nasihat para alim ulama...

CINTA KITA KEPADA ALLAH



Yakinilah sepenuh hati, takdir yang digariskan Allah untukmu itu lebih baik daripada keinginan nafsumu ...jagalah tubuhmu daripada bermaksiat kepada Allah... Cintai Allah melebihi apapun niscaya Allah juga akan mencintaimu...tak mengapa semuanya hilang satu persatu, asal yang hilang bukan cinta kita kepada Allah SWT.

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH SWT



tidaklah mendekatkan diri orang orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih utama daripada menjalankan sesuatu yang telah Allah wajibkan ke atas mereka... Dan tidak henti hentinya hamba Allah mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah ibadah Sunnah sehingga Allah mencintai nya...Allah menjadi pendengaran, penglihatan, tangan dan penolong baginya...

CUKUP ALLAH DI DALAM HATI



Jadikanlah makhluk berada di luar hatimu, sedangkan di dalam hatimu hanya untukNya...

Ketika Adam a.s. hatinya sibuk mencintai surga serta tinggal di dalamnya maka Allah SWT memisahkan antara Adam dengan surga, dan mengusir Adam a.s. agar keluar darinya disebabkan memakan buah...

Ketika Hati Adam a.s. sangat mencintai Hawa maka Allah SWT memisahkan antara Adam dan Hawa dalam jarak yang jauh serta waktu yang cukup lama, yakni antara Sarandib (pulau dekat India) dan Jiddah...

Ketika hati Ya'kub a.s. terlalu mencintai Yusuf a.s. anaknya, maka Allah SWT memisahkan mereka...

Ketika Nabi kita Saw terlalu mencintai Aisyah r.ha. maka Allah memisahkan mereka melalui peristiwa tuduhan palsu sehingga dalam beberapa hari, Nabi Saw terpaksa tidak melihatnya....

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...