Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

HATI YANG BERKARAT

Dalam diri manusia ada hati. Jika ia baik maka baik juga seluruh anggota tubuhnya, sebaliknya jika ia buruk maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Hati yang baik akan bercahaya dan hati yang buruk akan tertutup noda hitam. Jika noda hitam ini tidak dibersihkan dengan segera, niscaya ia akan menutupi seluruh hati sampai hitam legam dan gelap hingga akhirnya mematikannya. Demikian yang Nabi SAW sampaikan dalam hadisnya, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula jasad tersebut, dan sebaliknya apabila ia buruk maka jasad itu akan menjadi buruk pula. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu (hati).” (HR al-Bukhari dan Muslim). Noda hitam yang disebut menutupi hati seperti dikatakan Nabi SAW adalah dosa dan maksiat, baik itu kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Beliau mengistilahkannya dengan ran (titik hitam). Beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu dosa maka akan ada titik hitam di hatinya. Apabila ia meningg...

HATI YANG KAYA

Kekayaan yang hakiki adalah kekakayaan dalam hati/jiwa. Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (dalam) jiwa“- Kebahagiaan hidup dan keberuntungan di dunia dan akhirat hanyalah bagi orang yang cinta kepada Allah dan hari akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah Ta’ala berikan kepadanya” - Sifat yang mulia ini dimiliki dengan sempurna oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan inilah yang menjadikan mereka lebih utama dan mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan generasi yang datang setelah mereka. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalian lebih banyak berpuasa, (mengerjakan) shalat, dan lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) d...

Seni menjalani hidup dengan syukur

Salah satu dampak buruk media sosial adalah: Ia membuka akses lebih luas bagi kita untuk "membandingkan diri" dengan orang lain, membandingkan hidup kita dengan hidup mereka. *Padahal media sosial adalah dunia penuh ilusi.* Kebanyakan warga di dalamnya _berlomba-lomba_ menyajikan kehidupan pribadinya dari sisi termanisnya. Bahkan tak jarang, semua itu disajikan setelah sebelumnya diberi bumbu-bumbu berlebihan, dipoles sedemikian rupa. Melihat status kawan yang menampilkan tempat-tempat elok destinasi liburannya. Kemudian tanpa sadar, melihat diri yang kebanyakan waktu liburan hanya dihabiskan di rumah saja. *Mulai merasa bahwa diri ini tidak seberuntung dia.* Mulai menaruh "standar keberuntungan" secara abstrak. Padahal, jika ditilik sejenak, *sejatinya kehidupan kitapun dipenuhi banyak hal manis yang menuntut syukur.* Hanya saja, seringkali kita tidak lagi merasakan manisnya sebab penyakit "membandingkan diri" tadi. Obat dari penyakit ini sederhana saja: ...

Memutus Harapan Dari Makhluk

Syaikh al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “والله لو يئست من الخلق حتى لا تريد منهم شيئا: لأعطاك الله مولاك كل ما تريد”. “Demi Allah, Seandainya kamu memutus harapan dari makhluk hingga kamu tidak berharap sesuatupun dari mereka niscaya Allah Pelindungmu akan memberikan kepadamu segala yang kamu inginkan.” Jami’ Al-Ulum Wal Hikam, hlm. 264 Berharap kepada manusia hanya akan melahirkan kekecewaan .. sebab manusia itu rapuh... Hanya kepada Allah lah harapan tidak akan menjadi sia sia... Karena Allah lah tempat bergantung, Allahush Shamad...

JANGAN HINAKAN DIRI

Imam Ibnu Rojab rahimahullah berkata, ابن آدم لو عرفت قدر نفسك ما أهنتها بالمعاصي أنت المختار من المخلوقات ولك أعدت الجنة. “Wahai anak Adam, jikalau engkau mengerti kadar dirimu, niscaya engkau tidak akan menghinakannya dengan berbagai kemaksiatan, engkau adalah pilihan di antara para makhluk. Dan bagimu, Surga telah dipersiapkan.” Lathoiful-Ma’arif 183 Ketika melakukan dosa, jangan lihat kepada kecilnya maksiat yang dilakukan, tapi lihatlah Siapa yang mengetahu engkau melakukan maksiat, Allah Maha Melihat apa yang kita perbuat... Sungguh malu jika kita ingat, bahwa kita lahir dalam keadaan bersih, namun apakah malu jika kita pulang dengan membawa dosa .....

PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN

Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya perkara-perkara yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Berikut ini akan kami sebutkan sebagiannya: 1. Menyekutukan Allah (syirik). Yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah. Misalnya berdo’a, memohon syafa’at, bertawakkal, beristighatsah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau untuk penghuni kubur, dengan keyakinan bahwa para sesembahan selain Allah itu dapat menolak bahaya atau dapat mendatangkan manfaat. Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” [An-Nisaa’: 48] Dan Allah Ta’ala berfirman: إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ “… S...

MATA YANG BUTA

mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)’; maknanya adalah mereka yang telah Allah jadikan penghuni Jahannam mempunyai hati yang tidak digunakan untuk memikirkan ayat-ayat Allah, tidak mentadaburi dalil-dalil yang menunjukkan ke-Esa-an-Nya, dan tidak mengambil pelajaran dengannya dari hujjah-hujjah Rasul sehingga mereka mengetahui tauhid Rabb mereka dan mengetahui hakekat kenabian nabi-nabi mereka. Maka Rabb kita ‘azza wa jalla mensifati mereka dengan : ‘tidak dipergunakan hatinya untuk memahami (ayat-ayat Allah)’, dikarenakan berpalingnya mereka dari kebenaran dan meninggalkan mentadaburi kebenaran kenabian para Rasul., serta karena lamanya mereka berada dalam kekafiran. Begitu juga dengan firman-Nya ‘dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihatnya’, yaitu : mereka mempunyai mata yang tidak dipergunakan untuk melihat ayat-ayat Allah dan dalil-dalil-Nya, sehingga mereka dapat merenungkan dan memikirkannya (ayat-ayat ...

MUNAJAT (DOA) DALAM KITAB AL-HIKAM

Dari Ibnu’Atha’illah semoga Allah senantiasa meridhainya berkata: 1 “Tuhanku, akulah yang fakir di dalam kekayaanku, maka bagaimana tidak akan merasakan kefakiran dalam kefakiranku?.” 2 “Tuhanku, akulah hamba yang bodoh dalam ilmu pengetahuanku, maka bagaimana tak akan lebih bodoh lagi dalam hal-hal yang aku masih bodoh tidak mengetahuinya?.” 3 “Tuhanku, perubahanperubahan aturan-Mu (tadbir) dan cepat tibanya takdir-Mu, telah menahan hamba-hamba-Mu yang ‘arif dari penyadaran pemberian atau putusasa dari pada-Mu selama dalam ujian.” 4 “Tuhanku, akan muncul apa-apa yang layak dengan kerendahan, kekurangan dan sifat kebodohanku, dan dari-Mu pasti akan muncul segala hal yang layak dengan Kemuliaan-Mu.” 5 “Tuhanku, Engkau telah menyifati diri-Mu dengan sifat belas kasih terhadapku, dari mulai sebelum adanya kelemahan (bentuk)ku ini; maka, apakah kemudiann Engkau akan menolakku dari kedua sifat-Mu setelah adanya kelemahanku?.” 6 “Tuhanku, apabila amal kebaikan (al-mahasin) muncul dariku, mak...

JANGAN RAGU DALAM BERDOA

Sekalipun dilakukan doa secara rutin, tapi jika ada kelambatan waktu pemenuhan doa (al-‘atha), maka janganlah engkau putus harapan, sebab Allah menjamin untuk mengabulkan dia dalam apa yang Dia kehendaki untukmu, dan bukan menurut apa yang engkau kehendaki, dan waktunya adalah sesuai dengan kehendak-Nya, bukan sesuai dengan kehendakmu. (Pemberian (al-‘atha) adalah respon surga terhadap faqir, tanda bahwa ia tengah menuju Allah). Jika apa yang dijanjikan (Allah) kepadamu belum turun, padahal waktunya telah tiba, maka janganlah engkau sampai meragukan janji tersebut. Jika tidak demikian, maka pandangan mata hatimu akan menjadi kabur dan pancaran cahanya (sarirah) akan redup dan padam.

Pedoman bagi Para Dai

Gambar
Dakwah merupakan aktivitas yang sangat mulia dengan kebaikan dan keutamaan yang tiada tara. Tiada perkataan yang lebih baik selain dakwah sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman dalam Al Qur’anul Karim وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat: 33) Seorang Da’I yang ideal harus memiliki empat kredibilitas (misdaqiyah) untuk menunjang proses dakwah yang Ia lakukan. Empat kredibilitas tersebut adalah Misdaqiyah Ar ruhiyah(Kredibilitas Ruhani), Misdaqiyah Al Ilmiyah(Kredibilitas Keilmuan), Misdaqiyah As Syabiyah (Kredibilitas Sosial) dan Misdaqiyah Al Akhlaqiyah (Kredibilitas Akhlaq). 1. Misdaqiyah Ar ruhiyah (Kredibilitas Ruhani) Ruhiyah merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan tingkat kedekatan seorang hamba...

Terbukanya Pintu Makrifat

Jika Tuhan membukakan pintu ma’rifat bagimu, maka janganlah engkau menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit atau membandingkannya. Karena sesungguhnya Tuhan tidaklah membukakan bagimu melainkan Dia akan memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahwa ma’rifat itu adalah anugerah-Nya kepadamu, sedangkan amalmu adalah pemberian dari dirimu? Maka di manakah letak perbandingan antara apa yang Dia anugerahkan kepadamu dengan apa yang engkau berikan kepada-Nya?

Futur; Sebab dan Penanggulangannya

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S., M.Sos. 🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃 Jika saat ini Anda mengalami: - Malas hadir halaqah,  kajian, ta'lim, padahal dulunya semangat - Malas membaca Al Quran, padahal dulunya begitu giat - Tidak merasa bersalah melihat aurat, padahal dulunya sangat takut dosa - Menghindar dari aktivitas dakwah dan keislaman, setelah dulunya sebagai motor penggerak dan penuh dengan berbagai amanah - Pembicaraan selalu dunia, dunia, dan dunia, padahal dulunya Allah, Rasul, Islam, Al Quran, dan Sunnah Ketahuilah, itulah FUTUR, yaitu lemah setelah kuat, malas setelah semangat, menghilang setelah eksis. Jauh-jauh hari, Rasulullah ﷺ telah bersabda: إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ، وَإِنَّ لِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً ، فَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ ، وَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ Setiap amalan itu ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat ada masa malasnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sunggu...

Manusia Amat Kanud Kepada Robbnya

Allah Ta’ala berfirman, إنَّ الإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُود “Sesungguhnya manusia itu amat kanud kepada Robbnya..” . Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Kanud adalah orang yang suka menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat nikmat..” Tafsir Ath Thobari Ketika ditimpa musibah manusia menyalahkan Allah atas takdirnya.... Ketika manusia mendapatkan nikmat, ia lupa kepada pemberi nikmat tersebut.... Padahal, setiap keburukan datang karena dosa... Dan setiap kebaikan datang dari Allah.... Semoga Allah jauhkan kita dari sifat lalai...aamiin

EMPAT UNSUR TAWAKKAL

Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut : 1. Mujahadah, artinya sungguh sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan, artinya tidak asal asalan. Contohnya, sebagai pelajar, belajarlah sungguh sungguh agat dapat memperoleh prestasi yang baik. 2. Doa, artinya walaupun kita sudah melakukan upaya mujahadah (sungguh sungguh) kita pun harus tetap berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala 3. Syukur, artinya apabila menemukan keberhasilan kita harus mensyukurinya. Prinsip ini perlu kita punya. Jika tidak, kita akan menjadi orang yang sombong atau angkuh (kufur nikmat). 4. Sabar, Artinya tahan uji menghadapi berbagai cobaan termasuk hasil yang tidak memuaskan (kegagalan). Sabar tidak berarti diam dan meratami kegagalan, tetapi sabar adalah instropeksi dan bekerja lebih baik agar kegagalan tidak terulang Kita ulangi lagi bahwa sebelum tawakal dan berpasrah diri, kita di perintahkan untuk berusaha dan bekerja sekuat tenaga ...

Gambaran Ringkas tentang Dunia

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu ditanya, “wahai Abul Hasan, gambarkanlah dunia kepada kami..” Beliau menjawab, “aku panjangkan atau aku ringkas..?” “mohon anda ringkas..” Beliau pun mengatakan, “yang halal dari dunia akan dihitung dan dimintai pertanggung-jawabannya, sedangkan yang haramnya di neraka..” Az Zuhd – Ibnu Abid Dunya Yang halalnya saja dihisab, apalagi yang haramnya.... Ambillah dunia secukupnya saja untuk bertahan hidup didunia dan beramal Soleh dengan memperhatikan hak para masaakin... Taruhlah dunia ditangan jangan taruh dihati.. dengan demikian kita akan selamat dari fitnah dunia, jika Allah memberi kita hidayah dan taufikNya

Syarat Orang Yang Bertakwa

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bukanlah syarat orang yang bertakwa itu tidak pernah berbuat dosa atau harus suci dari kesalahan dan maksiat.. sebab jika demikian maka tidak ada orang yang bertakwa.. akan tetapi siapa yang bertaubat dari dosa-dosanya dan melakukan amalan yang dapat menggugurkan dosanya, maka ia termasuk orang yang bertakwa..” Minhajussunnah Setiap manusia memiliki dosa... Dan sebaik baik manusia ialah yang segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.... Mungkin kita tidak bisa menyaingi para hamba Allah yang shaleh dlaam ketaatan, maka marilah berlomba untuk beristighfar dengan para pendosa lainnya...

Istighfar Merupakan Kebaikan Terbesar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Istighfar merupakan kebaikan terbesar, jadi siapa yang merasakan kekurangan pada ucapannya, perbuatannya, rezekinya, atau begitu mudahnya hatinya berbolak-balik, maka hendaklah dia membenahi tauhidnya dan banyak istighfar..” Majmu’ul Fatawa : 11 hal 698 Sungguh beruntung seorang mukmin, dihari penghisaban amalnya menjumpai banyaknya amalan atas istighfarnya selama di dunia....

Tentang Rasa Takut dan Harap Kepada Allah Ta’ala

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Rasa takut lebih baik daripada rasa harap selama seseorang dalam keadaan sehat. Lalu apabila ajal menghampirinya, maka rasa harap lebih baik daripada rasa takut.. Jika pada masa sehatnya dia melakukan kebaikan, tentu akan menjadi besar rasa harap dan baik sangkanya (kepada Allah Ta’ala) saat kematian (menghampirinya).. (Tapi) bila pada masa sehatnya dia melakukan keburukan, tentu dia akan berburuk sangka ketika (kematian) menghampirinya, dan tidak akan bertambah rasa harapnya (kepada Allah)..” Hilyatul Auliya’ – 8/89

Mudah Bosan adalah salah satu Ahklak Tercela

Amru bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata: لا أَمَلُّ ثوبي ما وسعني، ولا أملُّ زوجتي ما أحسنت عِشرتِي، ولا أملُّ دابٌَتِي ما حملتني، إن الملال من سيء الأخلاق. “Sesungguhnya aku tidak bosan dengan bajuku selama masih mencukupiku.. Aku tidak bosan dengan istriku selama ia masih mau menemaniku.. Aku tidak bosan dengan kendaraanku selama ia masih bisa membawaku.. Sesungguhnya mudah bosan itu adalah akhlak tercela..” تاريخ دمشق [۱٨٣/٤٦]. Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Hukuman Dosa Yang Tidak Disadari Mayoritas Manusia

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, ‏والله سبحانه جعل مما يعاقب به الناس على الذنوب سلب الهدى والعلم النافع. “Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan diantara hukuman yang Dia timpakan kepada manusia akibat dosa-dosa, adalah dicabutnya petunjuk dan ilmu yang bermanfaat.” Majmu’ul Fatawa, jilid 14 hlm. 152, Diterjemahkan oleh, Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى Jika hidayah dan Taufik sudah ALLAH cabut, maka apa bedanya manusia dengan hewan ternak?.... Ilmu adalah pelita yang menuntun hidup manusia menuju keridhoan Allah... Jika ilmu itu tidak bermanfaat maka ia hanya menimbulkan mudharat, kelak ia akan ditanyakan,, sejauh mana pengamalan seseorang terhadap ilmu yang dimilikinya???....

Lebih baik

‏قال شيخ الإسلام ابن_تيمية : (مُصيبةٌ تُقبِلُ بك على الله، خيرٌ لك من نعمةٍ تُنسِيك ذكرَ الله). __ جامع المسائل ٣٨٧/٩ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Sebuah musibah yang membuat dirimu menghadap kepada Allah, itu lebih baik dibandingkan dengan sebuah kenikmatan yang membuat dirimu lupa dari mengingat Allah..” Jaami’ul Masaa-il 387/9, Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى Hal apapun yang membuat kita kembali kepada Allah, itu merupakan perkara yang baik bagi dunia dan akhirat.... Terkadang perkara yang pahit mengandung hasil yang baik, seperti pahitnya rasa obat yang insyaAllah membawa kesembuhan... Adakalanya yang manis diawal, berupa kelapangan, kenikmatan atas sesuatu hal membuat kita lalai dari mengingat Allah, sehingga ada jarak yang jauh antara kita dengan Allah Sang Khalik... Maka kenikmatan itu adalah tipu daya syaitan dan jerat jerat kesesatan yang diserukan syaiton agar kita durhaka kepada Allah, nauzubillahimindzalik

Yang Benar-Benar Kokoh Imannya

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Pada saat manusia sama-sama sehat, maka mereka itu sejajar dalam iman.. namun tatkala bencana menimpa, tersingkaplah siapa yang benar-benar kokoh imannya..” Shoidul Khoothir hal 321 Ibarat logam, jika ingin diambil kualitas terbaik haruslah dibakar terlebih dahulu... Begitu juga manusia... Ujian ialah cara Allah untuk menguji siapa hambaNya yang bersungguh sungguh didalam mencintai Allah dan sebagai pertanda kuatnya iman seorang hamba..... Semua manusia benar benar sama rata dihadapan Allah, baik miskin atau kaya, elok ataukah buruk rupa, pandai ataukah bodoh.. yang membedakan adalah derajat ketaqwaan...

Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa

Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata: ? ﺇﻥَّ ﻷَﻫـْﻞِ ﺍﻟﺘَّـﻘْـﻮَﻯ ﻋَـﻠَﺎﻣَﺎﺕٌ ﻳُﻌْﺮَﻓُﻮﻥَ ﺑِـﻬَﺎ: ? ﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ? ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ ? ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ ?ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ? ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ ? ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ?ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻟﻠﻨﺎﺱ ? ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ? ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa memiliki tanda-tanda yang mereka bisa dikenali dengannya: - Jujur ucapannya - Menunaikan janji - Menyambung silaturahmi - Menyayangi orang-orang lemah - Tidak bangga dan sombong - Memberikan kebaikan - Tidak membanggakan diri di hadapan manusia - Baik akhlaknya - Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah.” Hilyatul Auliya’ juz 1, hlm. 270

ANDAI DOSA ITU BERBAU, BETAPA BAUNYA DIRIKU

Muhammad bin Waasi’ Al-azdi berkata, “Kalau seandainya dosa itu memiliki bau maka tidak seorang pun dari kalian yang akan duduk denganku”. Yaa Alloh Maha suci Engkau yang menutupi aib dan dosa-dosa hambaMu. tak menjadikan dosa itu bau.. Sesungguhnya orang memuji, karena Allah masih menutup aib kita, Menutupi dosa-dosa kita. Imam Ahmad berkata, “Mintalah kepada Allah agar menjadikan kita lebih baik dari yang mereka persangkakan dan mengampuni kita atas apa-apa yang mereka tidak ketahui” (Al-Waro’ li ibni Hanbal 1/152)   Seandainya Allah membongkar satu saja aib kita yang selama ini kita sembunyikan tentunya semua orang yang tadinya memuji dan menghormati tentu akan berbalik mencela dan merendahkan. Berkata An-Nawawi, “Abu Bakar jika dipuji maka beliau berdoa….”   اللهم أنت أعلم بي من نفسي وأنا أعلم بنفسي منهم اللهم اجعلني خيرا مما يظنون واغفر لي ما لا يعلمون ولا تؤاخذني بما يقولون “Ya Allah, Engkau mengenal saya lebih dari saya dan saya tahu diri saya dari mereka, Ya Allah jadi...

DOA SAAT DITIMPA KESEDIHAN DAN KESUSAHAN

Gambar
Ya Allah,aku adalah hamba-Mu,anak hamba laki-laki dan hamba perempuan-Mu,diriku berada dalam genggaman-Mu, jiwaku berada di tangan-Mu,hukum-Mu berlaku pada diriku, keadilan keputusan-Mu berlaku terhadap diriku,aku memohon kepada-Mu dengan menyebut semua Asma'-Mu yang Engkau namakan diri-Mu dengannya,atau Engkau turunkan dalam Kitab- Mu,atau Engkau mengajarkannya kepada seseorang diantara makhluk-Mu,atau Engkau memeliharanya di dalam ilmu ghaib disisi-Mu,jadikanlah al-Qur-an sebagai cahaya dadaku,kebahagiaan hatiku,penghapus kesedihanku,dan pelenyap kesusahanku.”

KEUTAMAAN BERISTIGHFAR

1. Menghapuskan Dosa Allah berfirman: ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi) 2. Terhindar dari Azab Rasulullah SAW. bersabda: "Dan tidaklah Allah akan mengazab kalian sementara kalian dalam keadaan banyak beristighfar." (HR. Ibnu Asakir) 3. Mendatangkan kebaikan di dunia Qur’an surat Hud ayat 3: وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ Artinya: "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditim...

Keutamaan Tahlil

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ “Barangsiapa mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya s...

Cara menghidupkan cahaya keimanan

Kehidupan dunia yang memukau seringkali menjadikan manusia lupa Dan lalai terhadap keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan hari akhir..... hal itu disebabkan oleh terbuainya nafsu syahwat mereka dan keserakahan mereka terhadap keindahan dunia yang semu dan tampak bagaikan fatamorgana.... Oleh karena itu salat yang telah ditetapkan 5 kali sehari semalam bagi orang-orang yang beriman dapat difungsikan sebagai benteng pertahanan bagi mereka terhadap keinginan-keinginan nafsu syahwat dan keserakahan yang setiap saat hadir di dalam manusia....dalam Quran surat al-ankabut ayat 45 artinya bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Alquran, dan dirikanlah salat sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar dan sesungguhnya mengingat Allah dalam salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan....   ketika seseorang melakukan salat secara baik dan benar serta mengerjakannya sesua...

HAKIKAT SALAT

Hakikat salat ialah suatu perjuangan mencapai kebahagiaan yang dimulai dengan mengakbarkan Allah lalu dijalani dengan Istiqomah atau konsisten dalam menghadapi berbagai kondisi seperti berdiri rukuk, sujud dan duduk yang kemudian diakhiri dengan salam..... Artinya kita harus mengakbarkan Allah dalam setiap keadaan hidup yang kita hadapi. susah senang, lapang maupun sempit, sampai akhirnya kita memperoleh kedudukan yang selamat atau bahagia sehingga kita bisa menyelamatkan dan membahagiakan orang di sekitar kita..... Maka dengan mendalami hakikat salat tahulah kita bahwa praktik salat merupakan miniatur kehidupan manusia...

Tips Agar dimudahkan oleh Allah

Barang siapa memudahkan orang yang kesusahan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.... (HR. Muslim) Demikian pula jika, seorang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya.. Maka perlakukan lah seseorang sebagaimana engkau ingin diperlakukan dengan baik... Jangan hasad, iri dan dengki kepada hamba Allah.. dengan berharap kenikmatan mereka hilang...

Antara Sabar, Ridho Dan Bersyukur

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Sabar (menghadapi musibah) hukumnya wajib berdasarkan kesepakatan para ulama.. Derajat yang lebih tinggi dari sabar adalah ridho terhadap ketetapan Allah. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum ridho saat menghadapi musibah adalah wajib. Sementara itu, ulama yang lain berpendapat hukumnya sunnah, dan inilah pendapat yang benar.. Berikutnya, tingkatan di atas ridho adalah bersyukur kepada Allah atas musibah tersebut. Dia justru menilai bahwa musibah tersebut termasuk bagian dari nikmat Allah atasnya. Sebab, Allah menjadikan musibah tersebut sebagai sebab terhapusnya kesalahan-kesalahannya, terangkatnya kedudukannya, kembalinya kepada Allah, ketundukkannya serta kepasrahannya kepada Allah, dan sebab keikhlasannya dalam tawakalnya kepada Allah semata, juga berharapnya hanya kepada Allah bukan kepada makhluk-Nya..” al-Furqon Bayna Auliya ar-Rohmana wa Auliya asy-Syaithon hlm. 143

Ketika Tidak Merasakan Kelezatan dan Kelapangan Hati Saat Beribadah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, إذا لم تجد للعمل حلاوة في قلبك وانشراحاً فاتهمه! فإن الرب تعالى شكور؛ يعني: أنه لابد أن يثيب العامل على عمله في الدنيا من حلاوة يجدها في قلبه وقوة انشراح وقرة عين فحيث لم يجد ذلك فعمله مدخول”. (مدارج السالكين [2/68]) “Jika kamu tidak merasakan kelezatan dan kelapangan hati saat beribadah maka tuduhlah hatimu.. Karena Robb kita Asy Syakuur (maha berterima kasih).. Dia pasti memberi balasan kepada orang yang beramal sholeh di dunia ini berupa kelezatan yang ia rasakan di hatinya, hati yang lapang dan kesejukan pandangan.. Jika ia tidak mendapatkan itu semua maka berarti amalnya dimasuki (maksiat)..” Madarijussalikin 2/68 Amal Soleh akan mendatangkan cahaya dihati dan mendatangkan ketenangan.... Jiwanya akan semakin khusyu disetiap saat dan senang berdekatan dengan Allah... Jika ia menjaga hak hak Allah atas segala aktivitas nya, maka Allah pun akan menjaga dan melindunginya... 

Amal Itu Bertingkat-Tingkat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ “Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya. Namun karena apa yang ada di hati saat beramal..” Majmu Fatawa 25/282 Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun... Karena kita tidak tahu amalan mana yang mengantarkan kita kepada Ridho Allah.... Amalan kecil, jika dilakukan dengan niat yang ikhlas demi mengharap ridho Allah akan lebih baik dan diterima, daripada amalan yang besar dan berat namun dilakukan karena Ujub dan ria, malah amal ini mendatangkan murka Allah.. nauzubillahimindzalik ... Teruslah mendekat melangkah kepada Allah... Jika lelah, jangan berhenti apalagi berbalik arah...

Mengapa Kebaikan Terasa Berat Diamalkan..?

“Kenapa kebaikan begitu berat dikerjakan, dan kenapa kejelekan begitu mudah dilakukan..?” Ibnu Hajar rahimahullah menukilkan jawaban dari ulama salaf, “Karena saat melakukan kebaikan, pahit segera terasa dalam jiwa, sementara buah manisnya belum hadir di depan mata, jadilah terasa berat mengamalkannya.. maka jangan sekali-kali perasaan berat itu menyebabkanmu meninggalkan kebaikan tersebut.. berbeda ketika melampiaskan kejelekan, manisnya segera terasa, sementara akibat buruknya belum terlihat nyata, sehingga jiwa pun begitu mudah melakukannya.. maka janganlah perasaan mudah itu menggelincirkanmu untuk terjatuh dalam kejelekan..” Fathul Bari

DOSA SEPENUH BUMI

ALLAH SWT MAHA PENGAMPUN                                  ﷽ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: قَالَ اللهُ تبارك و تَعَالَى: “يَا ابْنَ آَدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فيك وَلا أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آَدَمَ لَو بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ و لا أبالي، يَا ابْنَ آَدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لقِيْتَنِيْ لاَتُشْرِكُ بِيْ شَيْئَاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغفِرَةً” رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحَيْحٌ. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman: ”Wahai Bani Adam, sesungguhnya jika engkau senantiasa berdoa dan berharap kepada–Ku niscaya Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Waha...

LANDASAN ILMU

Gambar

USAHA RAKYAT DALAM BIDANG PENDIDIKAN

USAHA-USAHA RAKYAT DALAM BIDANG PENDIDIKAN (MUHAMMADIYAH, TAMSIS & PERSIS) Dalam rangka melengkapi tugas perkuliahan mata kuliah Sejarah Pendidikan Umum Dosen Saca Suhendi, M.Ag Oleh (kelompok 4) 1152020096 Imam Ubaidilah 1152020097 Indah Faridiawati 1152020102 Jahid Ridwan 1152020108 Kristin Wiranata 1152020122 M. Luthfi Iman Muqoddas PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2016 KATA PENGANTAR Segala Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang mana karena limpahan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu baik dari segi apapun, sehingga makalah ini berjalan dengan baik. Makalah ini bertujuan untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Sejarah Pendidikan Umum. Penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. ...